Logo Sabtu, 31 Juli 2021
images

Sebanyak 45 organisasi lintas agama dan organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan mendeklarasikan gerakan anti radikalisme dan provokasi agama di Provinsi Riau, Senin (23/11/2020). Foto: SRI EVI DAWANI/ PEWARNA.id

PEWARNA.id - Sebanyak 45 organisasi lintas agama dan organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan mendeklarasikan gerakan anti radikalisme dan provokasi agama di Provinsi Riau. Dalam aksi damai bertajuk "Deklarasi NKRI Harga Mati" di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Senin (23/11/2020), meminta agar negara hadir dalam menghentikan segala gerakan radikalisme dan upaya pecah belah bangsa.

"Pancasila itu sudah final dan NKRI harga mati. Itu tak bisa ditawar lagi. Itu sebabnya, kita mendukung langkah negara dalam melakukan penertiban terhadap segala bentuk upaya pecah belah bangsa," kata Koordinator Aksi, Rusli Ahmad yang merupakan Ketua PW Nadhlatul Ulama Provinsi Riau.

Hadir dalam deklarasi damai tersebut Ketua MUI Kota Pekanbaru, Rumah Nawacita, aktivis BEM dari sejumlah kampus di Pekanbaru, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, SPSI, Projo, Pemuda Katolik, Apkasindo, Santri Tani Nusantara dan sejumlah aktivis lintas agama.

Dalam aksi tersebut juga disuarakan gerakan penolakan terhadap tokoh agama yang dalam kegiatan keagamaannya dituduh terlalu keras, provokatif dan bisa merusak persatuan bangsa. Menurut Rusli Ahmad, Rizieq Shihab ditolak kedatangannya ke Provinsi Riau karena dinilai berpotensi menciptakan pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Ceramahnya itu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Supaya tidak terjadi perpecahan di masyarakat nantinya, kita harap jangan sampai dia (Rizieq) datang ke sini,"kata Rusli.

Rusli menegaskan, ceramah Rizieq selalu membuat provokasi untuk masyarakat.

"Kalau memang ingin melaksanakan tabligh akbar, silahkan ke daerah lain saja, asalkan jangan di Riau. Karena, ceramah-ceramahnya selalu membuat provokasi. Itu tidak sesuai dengan etika masyarakat Riau, yang ramah dan santun. Makanya kita sepakat menyampaikan aspirasi itu," ujar Rusli. (*)

Penulis: SRI EVI DAWANI