Logo Sabtu, 31 Juli 2021
images

Djajang Buntoro, Sekretaris Pengurus Daerah Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat

BEKASI, PEWARNA.id - Pengurus Pusat Pewarna Indonesia hari ini, Jumat (26/2/2021) melantik Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia Propinsi Jawa Barat. Djajang Buntoro, Sekretaris Pengurus Daerah Pewarna Jabar menyatakan persiapannya acara berjalan dengan baik.

"Pelantikan dilaksanakan mengacu pada protokol kesehatan karena situasi pandemi Covid-19," kata Djajang.

Diakuinya, seluruh kerja-kerja panitia sudah berjalan dengan baik untuk menggelar acara. Mengenai undangan sudah tersebar dan persiapan teknis sudah berjalan dan lokasi tempat acara yakni di Rumah Makan Kenanga, Perumahan Jaka Sampurna Permai, Kota Bekasi sudah standby.

Djajang yang didampingi Edharmoko dari Departemen OKK PP Pewarna Indonesia menegaskan, penerapan protokol kesehatan juga melibatkan aparat kesehatan. Dijadwalkan pelantikan akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen DPP Pewarna Indonesia.

Panitia juga mengundang rekan sejawat serta undangan untuk pemerintah setempat, seperti Walikota Bekasi dan ormas di Bekasi seperti FBR, aliansi ormas, GP Anshor, KNPI Bekasi dan lain sebagainya.

Dijadwalkan Walikota Bekasi, Rachmat Effendi hadir menyampaikan Orasi  Kebangsaan tentang toleransi.

Sepak terjang Walikota Bekasi dinilai luar biasa membangun kehidupan masyarakat yang bertoleransi dan dalam menjaga ke-Bhineka-an di Kota Bekasi. Walikota Bekasi berhasil membangun Kota Bekasi yang dulu banyak isu penutupan gereja tapi sekarang sudah bisa dikendalikan. Kota Bekasi tahun lalu mendapat predikat kota Toleransi ke-6 di Indonesia padahal kehidupan masyarakat Kota Bekasi heterogen.

“Saya katakan seharusnya bukan nomor enam tapi lebih tinggi dari itu, karena mengingat kesulitannya di Kota Bekasi lebih beragam. Itulah pertimbangannya kenapa pelantikan Pewarna Jabar dipilih di Kota Bekasi bukan di Bandung”, ujar Djajang yang merupakan aktivis lintas agama ini.

Diakuinya, semenjak Presiden Jokowi banyak peberubahan, kalau membuat acara provinsi tidak harus di kota provinsi akan tetapi boleh dilaksanakan di manapun seperti saat ini di Bekasi.

Dalam pelantikan ini Djajang melihat ada satu yang bisa di contoh yang dibawa Pewarna Jabar dan itu diharapkan bisa dibagikan ke kota-kota yang lain yaitu toleransi dan kerukunan antar umat.

"Spirit ini yang kami mau bagi sampai ke seluruh Jawa Barat dan dalam acara ini panitia mengundang juga tokoh utama pelaku sejarah di Bekasi dalam toleransi. Hal itu yang diharapkan bisa sebagai pembelajaran dari sosok tokoh toleransi, pungkas Djajang. (Kef)