Logo Senin, 26 Oktober 2020
images

Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh BERSAMA didukung PAMEO membahas isu Kejahatan Narkoba di Indonesia, Kamis (13/8/2020). Foto: istimewa

JAKARTA - Organisasi BERSAMA sukses menggelar webinar nasional yang membahas tema “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba”, Kamis (13/8/2020). Webinar yang diikuti sebanyak 200 peserta dari seluruh Tanah Air ini digelar bersempena dengan peringatan HUT 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan BERSAMA didukung oleh Paguyuban Media Online (PAMEO).

“Narkoba merupakan musuh besar kita semua. Bahwa saat ini, kejahatan narkoba telah berada dalam kondisi yang parah. Oleh karena itu, maka semua pihak kita harap bergandeng tangan untuk melawan narkoba demi masa depan bangsa dan negara,” kata Ketua Umum BERSAMA, Mayjen Pol. (Purn) Drs. Putera Astaman saat memberikan pengantar dibukanya webinar.

Bertindak sebagai pembicara penanggap sejumlah pakar dan pegiat antinarkoba antara lain Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si yang merupakan Deputi Rehabilitasi BNN RI, secara khusus berbicara seputar hal-hal strategis menyangkut kebijakan Pemerintah dan BNN RI berkaitan dengan bidang rehabilitasi. Selain itu juga Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Lutan, SH, MM, MBA yang merupakan Koordinator Staf Ahli BNN RI mengupas hal-hal strategis berkaitan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020.

Sementara itu, Ketua Umum BERSAMA, Mayjen Pol. (Purn) Drs. Putera Astaman berbicara mengenai hal-hal strategis tentang Drug Demand Reduction dengan strategi membangun dan membina 3 komunitas (Warga Tama, Warga Karya dan Warga Anti Madat) yang harus dikelola dengan Skala Besar dan berjalan beriringan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020, sesuai surat dari Kepala BNN RI kepada Ketua Umum DPP BERSAMA No. B/2019/VII/KA/PM.00.03/2020/BNN tanggal 8 Juli 2020.

Narasumber lainnya adalah Kenansa Anjani Natasha Sylva yang merupakan generasi muda BERSAMA berbicara tentang membangun dan membina Komunitas Warga Tama, khususnya dalam pembentukan grup-grup Bersih Narkoba (Grup BERSINAR) di kalangan generasi muda dan lain-lain kreatifitas serta aspirasi Generasi Muda/Generasi Milenial dan Generasi Z.

Mayjen Pol. (Purn) Drs. Putera Astaman menyatakan, perjuangan anak bangsa dalam membebaskan diri dari bahaya laten narkoba selama puluhan tahun sudah dilakukan, namun dalam kenyataannya sementara angkanya justru terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016, Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba dan mengumandangkan Indonesia Perang Melawan Narkoba.

“Situasi darurat narkoba dibuktikan bahwa narkoba telah merasuk di semua lini, juga pada generasi muda kita, kalangan mahasiswa, pelajar tingkat SLTA, SMP dan SD, bahkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar tapi telah merasuk sampai ke pelosok desa, sehingga tidak ada satu desa pun yang masih steril dari narkoba. Presiden Jokowi sudah mengingatkan hal ini secara serius,” tegas Putera Astaman.

Di lain pihak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 6 Maret 2018 menyatakan bahwa dari total 87 juta anak, maksimum 18 tahun, ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecandu (6,78%). Dinyatakan pula bahwa trend ini akan terus mengalami peningakatan, baik modus maupun pola penyebarannya. Release Kepala BNN RI Februari 2018 menyebutkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 6,4 juta orang dan kebutuhan narkoba per-minggu bagi penggunanya mencapai 6 ton.

“Menghadapi kejahatan luar biasa ini Presiden Jokowi selain menegaskan Perang Melawan Narkoba, mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar bersinergi, mulai dari Pesantren, Universitas, Kementerian, Lembaga, Kabupaten/Kota, Propinsi dan segenap unsur dan pihak. Serta segala kekuatan di republik ini,” pungkas Putera Astaman. (rls)