Logo Senin, 17 Februari 2020
images

Foto: istimewa

pewarna.id - Banjir Jakarta yang terjadi diawal tahun 2020 mengakibatkan kerugian yang tak sedikit, mulai dari korban jiwa, kesehatan, perlengkapan dan barang-barang warga, serta aktivitas korban banjir yang lumpuh total.

Upaya untuk meringankan dan membantu korban banjir tersebut, Komunitas Silaturahmi lintas agama menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis.

Kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis tersebut dikoordinasi oleh; Yesaya Suharsono selaku Ketua Pelmas PGLII, H. Endang Muchtar dari FKUB Jakarta Utara, H. Hamid selaku Wakil Ketua FKUB Jakarta utara.

Plt Sekum Pengurus Pusat PGLII Pdt Tommy Lengkong dan Majelis Pertimbangan PGLII Pdt Rony Sigarlaki hadir memberikan semangat dan bersama berbaur dengan masayarakat.

Seperti lagunya Benyamin Sueb, Jakarta banjir lagi, demikian pula saat jelang tahun baru tepatnya tanggal 31 Desember, banjir besar melanda wilayah DKI Jakarta, dan wilayah Jabodetabek.

Untuk wilayah Jakarta, banjir hampir merata, baik di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.

Sigit Wijatmoko, walikota Jakarta Utara menjelaskan bahwa banjir di wilayah Jakarta Utara sudah mengalami penurunan dibandingkan Rabu (1/1/2020) kemarin, namun genangan masih ada di Sepatan, Rorotan, ada juga di Kelapa Gading, daerah Penjaringan, Pejagalan dan Kapuk Muara.

Dalam kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis Komunitas Silaturahmi Lintas Agama, kegiatan ini didukung oleh Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan Seluruh Indonesia (Pelkesi), Lumbung Yusuf Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan SCTV bersama Pemprov. DKI Jakarta serta tokoh lintas agama. XZ Antonius Natan mewakili Yayasan Lumbung Yusuf dan PGLII DKI Jakarta menyampaikan, pemilihan lokasi di RW 05 Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di jalur masuk Villa Kapuk Mas, karena disini berdekatan dengan pasar dan pemukiman padat penduduk.

Antonius Natan menjelaskan pilihan pelayanan kesehatan sesuai dengan korban terdampak banjir yang berpotensi terkena diare, demam berdarah, gatal-gatal dan juga layanan posttraumatic stress disorder, yaitu gangguan psikologis yang terjadi setelah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.

Antonius Natan menyampaikan kalau PGLII dan Yayasan Lumbung Yusuf kerap bersinergi dalam berbagai aksi tanggap bencana baik dalam pemberian bantuan berupa barang-barang kebutuhan dan menggandeng tim medis untuk bantuan perawatan dan kesehatan.

"Pentingnya keberadaan komunitas silaturahmi Lintas Agama Kerukunan antar agama perlu dirawat dan dijaga, salah satunya kebersamaan dalam membantu tetangga yang mengalami kesusahan dan musibah. Kepanitiaan Baksos kali ini merupakan penerapan sila-sila dalam Pancasila" ucap Antonius.

Antonius Natan juga menyampaikan para panitia berkolaborasi walaupun dalam kepelbagaian agama, maulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Kong Hu Cu dan Hindu. Semua memiliki kepedulian yang tinggi sebagai sesama anak bangsa.

Dalam akhir percakapannya Antonius mengatakan bahwa tak bencana yang dirancang, tetapi bila bencana harus terjadi harus dihadap.

“Marilah saling menolong dan membantu tanpa memandang adanya perbedaan atau sekat-sekat. Dalam keberagaman berupayalah untuk meringankan kesusahan sesama, tanpa harus menyalahkan siapapun,” tegas Antonius Natan (rilis)