Logo Selasa, 24 November 2020
images

Makan sambil berdiri memberi manfaat bagi kesehatan. Foto: detik.com

PEWARNA.id - Banyak orang yang menganjurkan agar kita makan dan minum tidak sambil berdiri. Namun pada momen tertentu seperti pesta, makan sambil berdiri terkadang susah untuk dihindarkan.

Tapi tahukah, jika ditilik dari sisi kesehatan makan sambil berdiri ternyata memiliki dampak yang signifikan pada tubuh.

Beberapa orang meyakini, makan sambil berdiri dapat membantu menurunkan berat badan lebih banyak daripada makan sambil duduk. Namun, faktanya mungkin sebaliknya.

Dilansir Healthline, berdiri memang dapat membakar sekitar 50 kalori per jam lebih banyak daripada duduk, tetapi ini belum tentu memberi perbedaan signifikan dari waktu ke waktu.

Sebab, kebanyakan orang mengonsumsi makanan dengan relatif cepat. Jadi pada skenario terbaik, mengonsumsi makanan sambil berdiri dapat membantu membakar sekitar 12-25 kalori ekstra.

Sebaliknya, makan sambil duduk cenderung mengurangi kecepatan makan, sehingga berpotensi mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.

Beberapa penelitian menunjukkan, makan lebih lambat dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang. Dua faktor tersebut dapat mengurangi jumlah total kalori yang dikonsumsi saat makan.

Sehingga, makan sambil duduk dapat membuat seseorang makan 88 kalori lebih sedikit pada setiap sesi makan.

Makan sambil duduk disebut dapat membantu otak mencatat bahwa kita telah mengonsumsi "makanan yang sebenarnya", sehingga mengurangi kemungkinan kita makan berlebih pada waktu makan berikutnya.

Sementara itu, makan sambil berdiri dinilai dapat memicu tubuh menjadi cepat lapar. Tubuh memiliki beberapa cara untuk menentukan apakah kita benar-benar lapar atau kenyang.

Salah satunya adalah merasakan berapa banyak makanan yang ada di perut.

Sejauh mana perut meregang setelah makan dapat membuat otak menilai apakah kita sudah cukup makan. Semakin perut meregang dan semakin lama rasa kenyang itu bertahan, semakin kecil kemungkinan kita merasa lapar.

Itulah sebabnya makanan yang dicerna dengan cepat, seperti karbohidrat olahan, cenderung membuat kita merasa lebih lapar dibandingkan makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti serat dan protein.

Meskipun tidak banyak perbedaan dalam hal kecepatan pencernaan antara makan sambil duduk atau berdiri, perbedaannya menjadi signifikan jika kita memperhitungkan pergerakan setelahnya.

Bergerak segera setelah makan bisa membuat perut lebih cepat kosong dan usus mencerna makanan hingga 30 persen lebih cepat.

Penelitian mengaitkan pengosongan perut yang lebih cepat dengan peningkatan rasa lapar setelah makan. Jadi, mereka yang berdiri dan berjalan sambil makan mungkin akan merasa lebih lapar setelah makan daripada mereka yang hanya berdiri diam atau duduk. (Sumber: grid.id)