Logo Sabtu, 31 Juli 2021
images

Ilustrasi suntikan Covid-19. Foto: CNBC Indonesia

PEWARNA.id - Seorang ilmuwan di Rusia, Alexander Chepurnov, sengaja menyuntikkan virus Corona COVID-19 dalam sebuah eksperimen. Ia ingin mempelajari seberapa lama kekebalan tubuh melindungi seseorang dari reinfeksi.

Profesor virologi di Novosibirsk Federal Research Center of Basic and Translational Medicine tersebut memutuskan untuk merelakan dirinya jadi bahan eksperimen.

"Saya bicara pada pasien COVID dan menyadari bahwa paparan terjadi pada periode tertenty. Dalam 6 bulan setelah kasus pertama, saya terkonfirmasi COVID sekali lagi," katanya, dikutip dari NYpost.

Chepurnov pertama kali terinfeksi saat terbang dari Prancis ke Novosibrisk, melewati Moskow. Ia mengalami gejala umum COVID-19 dan juga pneumonia.

Setelah dinyatakan sembuh, ia menjalani tes yang mengungkap keberadaan antibodi. Tes berikutnya yang dilakukan 3 bulan kemudian menunjukkan antibodi tersebut sudah hilang, namun ia tidak terinfeksi meski berada dekat dengan pasien.

Ilmuwan ini lalu memutuskan untuk mempelajari berapa lama antibodi akan melindunginya dari infeksi kedua. Enam bulan kemudian, ia dinyatakan terinfeksi untuk kedua kalinya.

"Kesimpulan saya adalah bahwa manusia kemungkinan besar tidak bisa mendapatkan herd immunity pada virus Corona," simpulnya.

Suntikan vaksin, menurut Chepurnov tidak akan cukup jika hanya dilakukan sekali. Penyuntikan secara periodik dinilainya lebih efektif. (Sumber: Detik.com)