Logo Senin, 17 Februari 2020
images

Foto: istimewa

pewarna.id - JAKARTA - Rumah Nawacita yang merupakan eks relawan Jokowi-Amin meyakini sikap Presiden Jokowi tak akan gentar menghadapi klaim sepihak Tiongkok soal wilayah perairan Natuna. Jokowi dipastikan tak akan bersikap lembek, walau beragam desas desus isu yang mengaitkan antara hubungan ekonomi Tiongkok-Indonesia yang makin erat akhir-akhir ini.

"Kalau soal kedaulatan negara, apalagi menyangkut kedaulatan wilayah, Presiden Jokowi punya sikap yang jelas dan tegas. Tidak akan mungkin seorang Jokowi tersandera hanya karena hubungan dagang dengan Tiongkok. Soal Natuna, Tiongkok harus patuh pada hukum internasional," kata Founder Rumah Nawacita, Raya Desmawanto kepada media, Selasa (7/1/2020).

Raya menegaskan, hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Tiongkok bukan merupakan sandera atas sikap dan kebijakan negara dalam menjaga kedaulatan dan marwah negara. Dalam setiap hubungan ekonomi, sesuai dengan prinsip kerjasama negara yakni harus saling menguntungkan.

"Terlalu tendensius kalau mengaitkan antara hubungan ekonomi dengan Tiongkok terhadap sikap Indonesia dalam menegakkan kedaulatan wilayah. Itu pikiran yang kotor dan terlalu dini," tegas Raya.

Raya menegaskan, perintah tegas dan keras Presiden Jokowi soal perairan laut Natuna sudah jelas. Pergerakan militer Indonesia juga sudah intensif dan eskalasi operasi TNI makin massif. Ini menunjukkan Indonesia tak gentar atas provokasi Tiongkok.

Raya menilai, langkah Tiongkok di perairan Natuna justru akan merugikan citra negara tersebut sebagai negara yang arogan dan congkak. Apalagi Tiongkok yang sedang merebut rivalitas dan dominasi dunia dengan Amerika Serikat, seharusnya bisa bersikap lebih ramah dan solider dengan negara-negara yang berdekatan dan bersahabat dengannya.

"Tiongkok justru akan kehilangan simpati dari mitra taktis dan strategis, jika terus melanjutkan aksi provokatif dan sombong di wilayah yang sudah jelas merupakan perairan milik kedaulatan negara lain. Tiongkok akan dicap sebagai sahabat yang licik dan arogan sehingga akan kehilangan mitra-mitra," tegas Raya.

Soal diseret-seretnya isu utang Indonesia ke Tiongkok yang menuding membuat pemerintahan Jokowi dituduh lembek, Rumah Nawacita dengan tegas membantahnya. Menurut Raya, para buzzer yang 'anti-Jokowi' di media sosial telah membuat isu yang tak bertanggung jawab.

"Para buzzer anti-Jokowi telah salah fatal menafsirkan sikap Presiden Jokowi yang tenang dan bijak dalam mengatasi provokasi Tiongkok di perairan Natuna. Track record Jokowi tak pernah menyelesaikan masalah dengan membuat kegaduhan dan kehebohan. Setiap masalah diselesaikan secara cermat, tenang dan tuntas. Dan tentu saja, tak semuanya cara yang dilakukan negara bisa diketahui oleh publik," tegas Raya yang merupakan eks Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI). (*)